Transformasi Mahasiswa PAI: Mengintegrasikan Etika, Visi, dan Inovasi dalam PBAK 2025
- Kategori : Berita
- Dibaca : 9 Kali

Panyabungan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sukses menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Mengangkat tema penguatan karakter dan intelektual, acara ini menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa untuk menyelami ekosistem akademik yang dinamis sekaligus religius.
Ketua Program Studi PAI Bapak Ali Jusri Pohan, M.Pd.I membuka rangkaian acara dengan menekankan pentingnya perubahan pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa yang mandiri. Beliau menyampaikan bahwa Prodi PAI bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk pendidik yang berwawasan luas.
"Selamat datang di garda terdepan pendidikan Islam. Di sini, saudara akan ditempa untuk menjadi intelektual yang mampu menyelaraskan kemajuan zaman dengan nilai-nilai luhur keagamaan," ungkapnya di hadapan ratusan mahasiswa baru.
Aspek kedisiplinan dan moralitas menjadi sorotan utama dalam sesi yang disampaikan oleh Sekretaris Prodi PAI. Dalam paparannya mengenai Penerapan Kode Etik Mahasiswa, beliau menekankan bahwa integritas adalah harga mati bagi setiap mahasiswa PAI. Penekanan diberikan pada etika berkomunikasi, kejujuran akademik, serta tata krama dalam pergaulan di lingkungan kampus maupun di ruang digital.
"Ilmu tanpa adab tidaklah bermakna. Sebagai calon guru agama, setiap tindakan saudara adalah cerminan dari prodi ini. Kode etik ini hadir untuk menjaga marwah saudara sebagai insan akademis yang berakhlakul karimah," tegas Sekretaris Prodi.
Sejalan dengan penegakan etika tersebut, mahasiswa baru juga dibekali pemahaman mendalam mengenai Visi dan Misi Prodi. Mahasiswa diarahkan untuk memahami target besar program studi dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan adaptif terhadap teknologi pendidikan modern. Visi ini menjadi kompas bagi mahasiswa dalam menentukan strategi belajar selama empat tahun ke depan.
Lebih jauh, prodi memaparkan arah tujuan karier yang luas bagi para lulusannya. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya terpaku menjadi pengajar di sekolah formal, tetapi juga berani berinovasi sebagai edupreneur, peneliti pendidikan, hingga pengembang media pembelajaran berbasis digital yang kreatif.
Kegiatan PBAK ini ditutup dengan sesi pengenalan organisasi kemahasiswaan, memberikan pesan kuat bahwa kesuksesan seorang mahasiswa adalah perpaduan antara kecemerlangan akademik di dalam kelas dan kematangan organisasi di luar kelas. Dengan berakhirnya orientasi ini, mahasiswa baru PAI 2026 siap melangkah dengan visi yang tajam dan integritas yang terjaga.



